Selasa, 10 Juni 2014

0 Ketua GSP Bersenjata di Yapen Tewas Tertembak


Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Kalian Ya...!!!
Yapen - Telah terjadi aksi penghadangan yang disertai kontak tembak antara anggota Polres Kep.Yapen dengan kelompok GSP Bersenjata. Kejadian ini terjadi di Kp. Menawi Distrik Angkaisera Kep. Yapen (10/06).

Kelompok GSP ini sering beroperasi di wilayah Kepulauan Yapen sampai wilayah Membramo. Mereka juga sering mengganggu masyarakat dan melakukan penembakan serta penghadangan terhadap pasukan keamanan. Kelompok terebut juga tega menganiaya para tokoh-tokoh masyarakat yg ada di wilayahnya.

Tertembaknya Rudi orarei ini berawal dari adanya laporan perkelahian yang mengakibatkan satu orang masyarakat meninggal dunia yang diduga dilakukan oleh polaku a.n. Elias Aninam sehingga AKBP beserta robongan mendatangi Tempat Kejadian perkara di Kp. Kainui.

Setelah melakukan olah TKP, Rombngan AKBP Gatot kembali ke Mapoles Kep. Yapen. Tetapi dalam perjalanan, rombongan dihadang oleh kelompok GSP Bersenjata pimpinan Rudi Orarei sehingga terja di kontak tembak. Dan dalam rombongan tersebut terdapat 5 anggota TNI. Pada kontak tembak tersebut, 1 orang anggota GSP bersenjata a.n. Rudi Orarei tewas ditempat dengan luka tembak di kepala.

Aparat keamanan berhasil merampas 1 pucuk senjata api jenis SS1-V5, 5 buah magazen dimana berisikan 150 butir munisi serta 1 GPS. Sebelumnya, senjata SS1 itu sendiri milik anggota Polsek Anggasera yang dirampas pada saat menyerang polsek tersebut tahun 2013 lalu.


Kemungkinan Kelompok GSP pimpinan Rudi Orarei ini akan melakukan aksi balasan dan melakukan gangguan keamanan serta berusaha untuk menimbulkan kondisi yang tidak kondusif menjelang Pilpres 2014.

Minggu, 08 Juni 2014

0 Panglima TNI : Kasus Babinsa Tidak Terbukti


Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Kalian Ya...!!!
 Panglima TNI Jendral Moeldoko
Panglima TNI Jendral Moeldoko membantah bila ada Bintara Pembina Desa (Babinsa) yang diam-diam menyerukan dukungan kepada salah satu calon presiden.

Hal itu ditegaskan dalam konferensi pers di Gedung Pusat Penerangan TNI Halim Perdanakusuma, Jakarta, Minggu 8 Juni 2014. Jenderal Moeldoko ditemani Pangdam Jaya, Kadispen TNI, dan beberapa pimpinan TNI dari Angkatan Darat, Laut, dan Udara.

Moeldoko mengatakan, Badan Pengawas Pemilu sudah mengecek isu kedatangan Babinsa bersama aparat desa ke sejumlah rumah penduduk, seperti yang dilaporkan tim Sekretariat Nasional Jokowi, beberapa waktu lalu. "Hasilnya apa yang dikatakan pelapor itu tidak terbukti," kata Panglima Moeldoko yang mengaku telah mendapat telepon dari Ketua Bawaslu.

Dia mengatakan, penduduk wilayah Cideng, Jakarta Pusat, salah satu wilayah yang dilaporkan didatangi Babinsa, siap menjadi saksi. Tidak ada Babinsa mendatangi penduduk, seperti kabar yang beredar beberapa hari ini.

Moeldoko meyakinkan netralitas TNI merupakan harga mati. Tidak bisa dilanggar oleh seluruh pasukan TNI. "Ini yang saya pertanggungjawabkan kepada Tuhan dan kepada negara." 



Sumber : http://politik.news.viva.co.id/news/read/510685-panglima-tni--kasus-babinsa-tidak-terbukti

1 Anggota TNI Tertembak di Perbatasan RI-PNG


Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Kalian Ya...!!!
 
Jayapura, -- Seorang anggota Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) dari Batalyon Infanteri 623/Bhakti Wira Utama, Prajurit Dua (Prada) Maulana Malik dikabarkan tertembak dalam kontak senjata dengan kelompok tak dikenal di perbatasan Republik Indonesia dan  Papua New Guine (PNG), Skouw, Selasa (03/06/14).

Keterangan yang diterima majalahselangkah.com malam ini, Prada Maulana Malik dirawat di Rumah Sakit (RS) Marten Indey, RS milik TNI AD di Jayapura. Namun, media ini belum mendapatkan keterangan terkait perawatan dan kondisi korban.

Prada Maulana Malik dikabarkan dari Batalyon Infanteri 623/Bhakti Wira Utama berada di bawah komando Korem 101/Antasari, Kodam VI/Tanjungpura Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Batalyon Infanteri 623/Bhakti Wira Utama ditugaskan untuk membantu menjaga keamanan di perbatasan RI-PNG menyusul kasus penembakan yang melukai petugas kepolisian.

Kontak senjata di perbatasan RI-PNG, siang tadi, terjadi setelah 1 jam pintu gerbang dibuka. Pintu batas dibuka setelah Indonesia dan Papua New Guinea (PNG) sepakat membuka kembali daerah perbatasan Skouw-Wutung yang sempat ditutup bagi para pelintas batas menyusul terjadinya penyerangan kelompok sipil bersenjata ke Skouw, Papua pada 5 April 2014.

Informasi yang dihimpun majalahselangkah.com, penembakan terjadi saat aparat gabungan TNI dan Polri mendapatkan pengarahan dari Kasrem 172/PWY Letkol Rano Tilaar.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Polisi Sulistyo Pudjo Hartono menuding penembak adalah kelompok bersenjata yang ada di perbatasan RI-PNG. Tetapi, hingga malam ini, belum ada kelompok yang menyatakan bertanggung jawab atas penembakan ini. (GE/003/MS)

http://majalahselangkah.com/content/anggota-tni-tertembak-di-perbatasan-ri-png

Minggu, 01 Juni 2014

0 FORUM UMAT BERAGAMA UNTUK SORONG DAMAI


Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Kalian Ya...!!!
Damailah Kota Sorong


Syaloom...Salam Su Pu Saudara di Tanah Papua...Tanh Sorong...
Kota Sorong sudah ternoda dengan perang saudara karena kelakuan oknum yang tidak bertanggung jawab, Tanah ini sejak dulu selalu damai, Tanah ini juga sejak dulu selalu hidup rukun dan bertoleransi. Saudara-saudaraku jangan mau kitorang tersahut isu-isu provokasi, STOP BENTROKAN massa yang hanya buat kitorang menderita, jangan ada lagi bentrokan. Saat ini Bapak Pendeta, Bapak Ustadz dan Bapak Polisi sudah duduk bersama selesaikan permasalahan ini...TANGKAP PROVOKATOR.

Bersatulah...Berdamailah...mari kitorang jaga Kota Sorong tercinta ini...ingat saudaraku...Sorong Tanah Damai...
SELAMATKAN SORONG DARI PROVOKATOR!!!

Senin, 19 Mei 2014

0 PILPRES “YES”, GOLPUT “NO” MENCIPTAKAN TANAH PAPUA DAMAI


Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Kalian Ya...!!!

                Pace, mace… sudah tau to kalau tanggal 9 Juli nanti ada acara besar buat kita? Iya betul, tanggal 9 Juli 2014 adalah jadwal pemilihan presiden (pilpres) bagi kita semua bangsa Indonesia dari Aceh sampai Papua, dari Sabang sampai Merauke. Jangan lupa datang ke TPS gunakan hak suara kita untuk memilih presiden dan wapres yang kita anggap paling layak untuk memimpin kita bangsa Indonesia. Siapa calon presidennya? Sabar dulu, nanti tanggal 5-9 Juni baru kita tau siapa calon presiden dan wakil presiden yang akan bertarung di pilpres. Karena pada tanggal itu KPU mengumumkan secara resmi pasangan capres dan cawapresnya.
            Pentingkah ikut pilpres? Jawabannya “ya”. Dengan ikut menggunakan hak suara yang kita punya, berarti kita telah ikut andil dalam menentukan pemimpin kita untuk 5 tahun ke depan. Lalu bagaimana dengan golput? Orang yang golput adalah orang yang tidak bertanggung jawab dan tidak mau tau dengan nasib bangsanya sendiri. Jadi, mari kita semua sempatkan diri untuk datang ke TPS dan memilih calon yang kita percaya mampu membawa Papua pada khususnya dan Indonesia pada umumnya ke arah yang semakin baik.
            Inilah beberapa himbauan atau seruan dari Kepala Kepolisian Nasional Negara Federal Republik Papua Jendral Polisi Elias Ayekeding kepada seluruh rakyat Papua di tujuh (7) Negara Bagian dalam Negara Republik Federal Papua Barat bahwa :
1.         Seluruh Suku Adat Papua agar menjaga ketertiban dan keamanan dan tidak terprovokasi terhadap issu-issu yang berkembang yang dapat membuat Papua tra aman.
2.         Bagi masyarakat yang hendak memilih, kami NRFPB tra melarang, namun apabila ada masyarakat yang tidak ikut memilih dalam pemilu agar tra ganggu jalannya proses Pemilihan Umum.
3.         PETAPA (Penjaga Tanah Papua) dan Kepolisian Adat akan membantu aparat keamanan dalam Pemilu 2014 walaupun tra secara langsung di tiap-tiap TPS.
4.         Anggota PETAPA dan Kepolisian NRFPB diberikan Hak untuk memilih dalam Pemuli 2014, apabila tra memilih jangan ganggu atau provokasi teman-teman yang berikan suaranya saat pencoblosan.
5.         Boikot Pilpres merupakan isu dan bertujuan memprovokasi situasi Papua.
            Pace, mace… Banyak yang bilang tidak usah ikut pilpres karena kita orang Papua tetap miskin. Ajakan itu sama sekali tidak benar. Papua yang sekarang sudah jauh lebih maju dari Papua 10 atau 20 tahun lalu. Kita akui itu to? Semakin banyak pembangunan jalan-jalan biar kita bisa bepergian kemana-mana, sekolah-sekolah biar anak-anak kita semakin pintar, dan pasar-pasar untuk kita berjualan. Kalau kita mau bekerja keras pasti kita tidak akan miskin. Tapi kalo kita malas-malasan, tidak mau kerja dan suka minum miras ya pasti kita akan miskin. Betul to?
            Banyak yang bilang kita orang Papua mau dikuasai sama pendatang, jadi kita harus mengusir mereka. Aduhh.... kejam sekali kalau kita punya pikiran seperti itu. Ingat, kita ini semua bersaudara. Mau yang berkulit hitam, putih, sawo matang, berambut keriting, lurus, maupun bergelombang semua bersaudara. Ingat, Tuhan menciptakan kita berbeda-beda dan kita wajib untuk saling menghormati serta mengasihi. Bapak-bapak Pendeta di Gereja kan mengajari kita seperti itu. Kenapa para pendatang bisa sukses di Papua? Jawabannya adalah karena kerja keras. Mereka bekerja siang dan malam tanpa mengenal lelah demi mendapat kemakmuran. Harusnya kalau kita juga mau suskses, kita jangan malu mencontoh kerja keras mereka. Bukan malah membenci mereka dan menganggap mereka penjajah. Kalau pun kita orang Papua mau mencari nafkah di tempat lain, seperti Jawa, Sulawesi, Kalimantan, Sumatera dan lainnya kita bebas kok tanpa ada yang membenci. Karena kita kan orang Indonesia, jadi bebas mau tinggal dimana saja selama masih dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indoneia (NKRI).
            Ada lagi yang bilang kalau kita tidak usah ikut pilpres karena kita orang Papua bukan bagian dari Indonesia dan hasil Pepera tahun 1969 adalah tidak sah. Aduhhh…. Masa’ kita harus berulang-ulang belajar sejarah tentang Pepera. Hasil Pepera tahun 1969 adalah SAH dan sudah FINAL karena telah disahkan oleh PBB melalui Sidang Majelis Umum PBB yang menghasilkan Resolusi nomor 2505, pada tanggal 19 November 1969. Janganlah kita orang Papua menguras energi untuk hal yang tidak bermanfaat meminta pelurusan sejarah. Sejarah sudah lurus, mau diluruskan seperti apa lagi? Masih banyak hal yang perlu kita pikirkan, yaitu bagaimana supaya Papua menjadi lebih maju dan lebih damai. Mari kita orang Papua menjadi bagian dari generasi demokrasi dengan ikut menyukseskan Pilpres 2014 dan memilih pemimpin yang berkualitas dan dapat membawa kemakmuran bagi bangsa kita tercinta Republik Indonesia.
Sebagaimana isi ceramah Pendeta Geradus Heluka, S.Th seorang Tokoh Kingmi Papua kepada para jemaahnya digereja Kemah Injil di Tanah Papua bahwa “Suara rakyat suara Tuhan” antara lain :
1.         Syalom... Pace, Mace, Adik, Kakak, Om, Tante, Tong semua orang Papua yang taat dengan firman tuhan to..? Ingat e.. di dalam Al-Kitab kitong diminta untuk mencari pemimpin seperti firman tuhan di keluaran 18:21 “di samping itu kau carikam dari seluruh bangsa itu orang-orang yang cakap dan takut akan Allah, ornag-orang yang dapat dipercaya, dan yang benci kepada pengejaran suap, tempatkanlah mereka di antara bangsa itu menjadi pemimpin.
2.         Kisah para Rasul 1:15-26, ketika murid-murid/ rasul-rasul bersama umat tuhan lainnya hendak memilih murid pengganti Yudas.   Secara demokratis diusulkan/ dicalonkan, “PEMILU” versi para Rasul dan umat tuhan waktu itu (dengan metode mengundi) melalui tahapan sebagaimana tertulis: Lalu mereka mengusulkan dua orang: Yusuf yang disebut Barnabas dan yang juga bernama Yustus dan Matias.    Mereka semua berdoa dan berkata: “Ya tuhan, engkaulah hati semua orang, tunjukanlah kiranya siapa yang engkau pilih dari kedua orang ini...”(KIS 1:23-24).

3.         Tra ada alasan kitong orang Papua tra memilih dalam Pilpres tanggal 9 Juli 2014. Kalo ada yang ajak tra milih dorang itu sama dengan melawan perintah tuhan! Su tau to.. kalo orang su berani lawan perintah tuhan pasti dorang pu kehidupan tra laku dan terkutuk e...! dalam firman tuhan juga disampaikan bukan kamu yang memilih aku, tetapi akulah yang memilih kamu (Yoh 15:16A) jadi kitong pu suara nih merupakan alat tuhan untuk menyatakan kuasa (pilihan) tuhan dalam memilih pemimpin.

Minggu, 18 Mei 2014

0 Suara Rakyat Suara Tuhan


Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Kalian Ya...!!!

Syalom... Pace, Mace, Adik, Kakak, Om, Tante, Tong semua orang Papua yang taat dengan Firman Tuhan to...? Ingat E... Didalam Al Kitab Kitong diminta untuk mencari pemimpin seperti Firman Tuhan di Keluaran .18:21 "Disamping itu kaucarikan dari seluruh bangsa itu orang-orang yang cakap dan takut akan ALLAH, orang-orang yang dapat dipercaya, dan yang benci akan pengejaran suap; tempatkanlah mereka diantara bangsa itu menjadi Pemimpin..."

Kisah para Rasul 1:15-26 , Ketika murid-murid / Rasul-Rasul bersama umat Tuhan yang lainnya hendak memilih murid  pengganti Yudas. Secara demokratis diusulkan / dicalonkan, "Pemilu" versi para Rasul dan umat Tuhan waktu itu (dengan metode mengundi) melalui tahapan sebagaimana tertulis : Lalu mereka mengusulkan dua orang: Yusuf yang disebut Barnabas dan yang juga bernama Yustus dan Matias. Mereka semua berdoa dan berkata: "Ya Tuhan, Engkaulah yang mengenal hati orang, Tunjukkanlah kiranya siapa yang Engkau pilih dari kedua orang ini......"(KIS 1:23-24)

Tra ada alasan kitong orang Papua tra milih dalam Pilpres Tanggal 9 Juli 2014. Klo ada yang ajak tra milih dorang itu sama dengan melawan perintah Tuhan! Su tau to...Klo orang su berani lawan perintah Tuhan pasti dorang pu kehidupan tra laku & terkutuk E....! Dalam Firman Tuhan juga disampaikan bukan kamu yang memilih aku, tetapi akulah yang memilih kamu (YOH 15:16A) jadi kitong pu suara nih merupakan alat Tuhan untuk menyatakan kuasa (Pilihan) Tuhan dalam memilih pemimpin.

0 Seruan Nasional


Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Kalian Ya...!!!



Diberitahukan kepada seluruh masyarakat Papua,
Kepala Kepolisian Nasional Negara Federal Republik Papua Barat, menyerukan kepada seluruh rakyat Papua di tujuh (7) Negara Bagian dalam Negara Republik Federal Papua Barat bahwa :

1. Seluruh Suku Adat Papua agar menjaga ketertiban dan keamanan & tidak terprovokasi terhadap issu-issu     yang berkembang yang dapat membuat Papua tra aman.
2. Bagi masyarakat yang hendak memilih, NRFPB tra melarang namun apabila ada masyarakat yang tidak         ikut memilih dalam Pemilu agar tra ganggu jalannya prosesi Pemilihan Umum.
3. PETAPA (Penjaga Tanah Papua) dan Kepolisian adat akan membantu aparat keamanan dalam Pemilu         2014 walaupun tra secara langsung di tiap-tiap TPS.
4. Anggota PETAPA dan Kepolisian NRFPB diberikan hak untuk memilih dalam Pemilu 2014, apabila tra       memilih jangan ganggu atau provokasi teman-teman yang berikan suaranya saat pencoblosan.
5. Boikot Pilpres merupakan isu dan bertujuan provokasi Papua.

Text Widget

Label