Kamis, 17 November 2016

0 Dana Otsus untuk Pendidikan Tinggi di Papua


Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Kalian Ya...!!!


Jakarta – Teuku Riefky Harsya yang menjabat sebagai Komisi X DPR RI menyatakan bahwa setuju apabila dana otsus digunakan untuk bantuan operasional perguruan tinggi negeri di Papua, Kamis (17/11).
Papua membutuhkan langkah percepatan pembangunan bidang pendidikan.
“Karena itu dibutuhkan sumber dana yang memadai. Papua mengusulkan agar dimanfaatkan dana Otsus. Untuk itu akan diupayakan payung hukumnya,” kata Riefky.
Ia menjanjikan, membahas usulan tersebut dalam rapat kerja dengan Menteri Riset dan Pendidikan Tinggi Pekan Depan.
Hal tersebut merupakan wujud perhatian Pemerintah yang serius untuk memperlancar pembangunan serta meningkatkan Sumber Daya Manusia untuk Papua agar memiliki fasilitas yang maju serta memadai. (Adr)

Rabu, 16 November 2016

0 Partai Buruh Inggris Tak Pernah Dukung Kemerdekaan di Papua


Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Kalian Ya...!!!
Jayapura – Penegasan Spellar (salah satu anggota Partai Buruh yang ditugaskan untuk isu Asia) terungkap bahwa Partai Buruh Inggris memastikan tak pernah mendukung kemerdekaan Papua saat pertemuan yang digelar oleh Fraksi PKS DPR RI dengan Fraksi Buruh Inggris di gedung Parlemen Inggris (House of Commons), Rabu (16/11) dalam rangka kunjungan kerja perorangan.

Saat pertemuan tersebut, Aboe Bakar yang merupakan salah satu delegasi dari Fraksi PKS mempertanyakan sikap Partai Buruh mengenai kemerdekaan Papua.
“Selama ini kami melihat, Partai buruh Inggris memiliki perhatian yang tinggi terhadap kemerdekaan Papua, Apakah ini memang salah satu fokus utama isu yang diangkat sebagai partai posisi? Dan apakan isu tersebut akan tetap diagendakan apabila Partai buruh berkuasa?” jelas Wakil Ketua Fraksi PKS.

Atas pertanyaan tersebut, John Spellar menjelaskan bahwa Parta buruh mendukung integritas teritorial Indonesia, seperti halnya negara-negara lain.
“Apabila ada yang bersuara memberikan dukungan, itu bukan sikap resmi dari Partai kami. Itu hanyalah pendapat dan sikap perorangan dari anggota. Oleh karenanya kami tidak pernah memberikan dukungan untuk kemerdekaan Papua,”bebernya.

John Spellar juga munuturkan, partainya tidak memiliki alasan untuk mendukung Organisasi Papua merdeka.

“Organisasi ini masih terlalu kecil dan tidak jelas bentuknya, oleh karenanya kami tidak memiliki alasan untuk memberikan dukungan. Kami semua memandang Indonesia sebagai negara yang berdaulat secara penuh di semua wilayahnya,” tegasnya.

Fraksi PKS tersebut selain bertemu dengan Fraksi Buruh juga telah bertemu dengan Fraksi Partai Konservatif, NGO Tell Mama yang bergerak dalam advokasi korban islamphobia, Direktur Islamic Center London, Lembaga Caritas Islamic Relief serta Kedutaan Besar Indonesia di Inggris.

“Salah satu tugas kita adalah menjalin kerjasama dan persahabatan dengan anggota parlemen dari negara lain. Pada kesempatan lawatan seperti ini perlu menjadi bagian dari diplomasi politik dalam percaturan hubungan Internasional. Utamanya dalam isu-isu kesatuan wilayah NKRI, ungkap Aboe Bakar.

Politisi PKS dari Dapil Kalsel juga menjelaskan bahwa kunjungan kerja yang dilakukan oleh anggota seharusnya dapat digunakan untuk mengklarifikasi secara santun mengenai sikap politik pihak lain terhadap Indonesia. Komunikasi yang baik antar parlemen akan dapat menjadikan tatanan kehidupan yang harmonis dalam percaturan politik dunia.


Pimpinan dan Anggota Fraksi PKS yang hadir dalam acara tersebut adalah Jazuli Juwaini (Ketua Fraksi), Sukamata (Sekretaris Fraksi/Anggota komisi I), Aboe Bakar Al-Habsy (Wakil Ketua Fraksi/Anggota Komisi III), Iskan Lubis (Wakil Ketua Komisi VIII), Rofi Munawar (Wakil Ketua BKSAP), Andi Akmal Pasludin (Anggota Komisi IV) dan Johan Rosihan (Anggota DPRD NTB). (Adr)

Selasa, 15 November 2016

0 Masyarakat Diharap Sukseskan Pilkada


Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Kalian Ya...!!!
Mulia – Plt. Bupati Puncak Jaya, Naftali Yogi, S.Sos menggelar tatap muka dan rapat terbatas dengan Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida), pejabat Pemkab Puncak Jaya, pekan kemarin.

Naftali mengatakan bahwa kedatangan dirinya ke Puncak Jaya bertujuan untuk mensukseskan penyelenggaraan Pilkada Puncak Jaya. Selain itu juga, untuk mengawal penyelengaraan pemerintah dan pelayanan publik.

Oleh karena itu, Naftali meminta kepada semua pihak untuk berpartisipasi dalam rangka menjaga Kamtibnas dan tertibnya pelaksanaan Pilkada serentak itu.

“Siapapun yang terpilih adalah suara rakyat,” imbuh Naftali.

Yogi meyakini pelaksanaan Pilkada disana akan berlangsung aman.

“Saya percaya pihak keamanan akan mengawal pelaksanaan Pemilukada dengan baik dan itu tugas pertama saya bersama Muspida,” ujarnya.

Plt. Bupati menegaskan bahwa salah satu tugas utama adalah agenda untuk penetapan APBD tahun 2017 dan terus menjaga netralitas ASN dalam Pilkada.

Dia menambahkan kehadirannya di Puncak Jaya bukanlah baru pertama, sebab sejak dia masih muda telah mengabdi di Puncak Jaya.

Plt. Sekda Puncak Jaya Tumiran pun mengakui bahwa Yogi bukanlah figur yang baru di Puncak Jaya, sebab sebagian besar waktu ia habiskan di Puncak Jaya.

“Sebagai besar waktu beliau (Naftali Yogi) diabdikan di daerah pegunungan khususnya Puncak Jaya, beliau pernah di Ilu, Beoga sebelum pemekaran Kab.Puncak,” ujarnya.

Sementara, adanya aspirasi Pdt. Vera Aibini yang meminta agar pemerintah dan kepolisian membasmi penyakit masyarakat yakni transaksi Miras dan judi sabung.


Pihak Polisi dan TNI menyatakan siap untuk memberantasnya, sebab Miras sering menjadi pemicu kekacauan di sana, apalagi saat ini merupakan momen jelang pilkada sehingga aktivitas melanggar hukum ini bakal diberantas.

0 Tiga Warga Ditikam Begal Motor Secara Bersamaan


Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Kalian Ya...!!!
Timika – Kepolisian Sektor (Polsek) Mimika Baru (Miru) pada Selasa, (15/11) menerima laporan terkait tindak pidana penganiayaan dengan menggunakan senjata tajam (Sajam). Laporan tersebut diterima dari tiga korban sekaligus dengan tiga tempat kejadian perkara (TKP) yang berbeda.

Kapolsek Miru, Kompol I Gede Putra mengatakan ketiga korban tersebut masing-masing berinisial LK, EO, dan B yang semuanya mengalami luka tusuk sajam.

Beliau menjelaskan bahwa korban LK mengalami luka tikam pada bagian tulang rusuk sebelah kanan, dengan TKP pertama terjadi di Jalan Budi Utomo tepatnya di depan lorong damai.

Untuk TKP pertama di depan lorong damai dekat Bank BCA. Modusnya pelaku membuntuti korban dari belakang, seketika di TKP, pelaku langsung mencegat korban dan melakukan penganiayaan,” ungkapKapolsek.

Lanjutnya, korban yang kedua berinisial LK mengalami luka tikam pada bagian dada sebelah kanan.

“TKPnya di jlan Yos Sudarso, tepatnya didepan Kantor Koramil kota. Modusnya hampir sama dengan korban yang pertama,. Tetapi korban sempat melawan karena saat itukorban berboncengan dengan dua temannya,”bebernya.

Untuk korban yang ketiga, ditikam pada bagian rusuk dan dada di jalan Yos Sudarso tepatnya di depan bengkel Sakti motor.

“Kalau korban yang ketiga ini kronologisnya korban dari arah Jalan Kartini menuju Jalan Yos Sudarso dengan tujuan hendak membeli rokok. Namun saat tiba di TKP korban yang telah dibuntuti oleh pelaku langsung dicegat dan ditikam. Kemudian sepeda motor korban dibawa lari oleh pelaku,” ungkapnya.

Kapolsek menjelaskan, dari kejadian tersebut ketiga korban terpaksa dilarikan ke RSUD Mimika, guna mendapatkan perawatan medis. Sementara pelakunya masih dalam pengejaran. Kapolsek menduga pelaku penikaman ketiga korban tersebut sama.

“Jadi modusnya hampir sama. Awalnya para korban dibuntuti dari arah belakang, kemudian dicegat dan dianiaya. Dan sementara ini dugaan sementara kita sasarannya adalah ingin mengambil motor dari para korban. Karena korban yang terakhir itu motornya diambil pelaku. Jadi indikasi yang bermain ini satu pelaku saja yang aniaya tiga korban ini,” ucapnya.

Selanjtnya kapolsek mengatakan, terkait dengan kasus penganiayaan tiga warga sekaligus dalam semalam ini pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi.

Sementara itu, kesempatan tersebut kapolsek menghimbau kepada warga masyarakat untuk lebih berhati-hati melakukan aktivitas khususnya pada malam hari, apalagi sampai larut malam.


“ Kita memang tidak bisa melarang orang untuk keluar malam, tapi kalau belajar dari beberapa kejadian yang terjadi rata-rata kejadiannya itu sudah larut malam, bahkan subuh. Jadi kami menghimbau kepada warga agar tidak  melakukan aktivitas pada malam hari,” tegasnya.

Dihimbau untuk para warga untuk selalu berhati-hati karena para pelaku begal motor tidak segan-segan untuk melukai korbannya. Kedepan,aparat akan menindak tegas kepada pelaku begal motor.

0 Usai Culik dan Aniaya Guru, Tiga Pria Ditangkap Polisi


Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Kalian Ya...!!!

Jayapura – Tiga orang tersangka pelaku penganiayaan terhadap seorang guru bernama Tiberias Kahipdana (49) di BTN Matoa Sentani, Kabupaten Jayapura berinisial OK (28), MK (20) dan KK (41) dibekuk aparat Polres Jayapura, Senin (14/11).

Kombes Pol. Patrige sebagai Kabidhumas Polda Papua membenarkan adanya penangkapan ketiga pelaku tersebut.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Bid Humas Polda Papua, peristiwa tersebut bermula ketika ketiga pelaku mendatangi rumah korban di kawasan BTN Matoa Sentani denan maksud menanyakan keberadaan anak Kepala Distrik Kiwirok yang baru datang dari Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang.

“Lantaran tidak menjawab pertanyaan pelaku, korban mendapat pukulan di bagian wajah sebanyak 3 kali dari salah satu pelaku berinisial OK hingga mengalami luka lebam pada mata. Belum puas, ketiga pelaku membawa korban dengan menggunakan mobil Avansa ke arah Abepura,” ujarnya, Selasa (15/11).

Pihak keluarga korban bergegas menghubungi Kantor Polsek Sentani Timur terkait upaya penculikan tersebut, sehingga aparat langsung melakukan penghadangan terhadap mobil pelaku yang menuju ke Abepura.

Sesaat kemudian, aparat Polsek Sentani Timur berhasil menghentikan mobil yang dikendarai pelaku di depan rumah makan Yougwa. Perdebatan antara anggota Polisi dan para pelaku sempat terjadi, lantaran para pelaku menolak digiring ke Polsek Sentani Timur.

“Salah satu pelaku menggertak anggota akan melaporkan kepada Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw. Mendengar gertakan itu, anggota membawa ketiga pelaku ke Polsek Abepura, namun diarahkan oleh petugas Polsek Abepura agar dilaporkan ke Polres Jayapura, sesuai dengan wilayah kejadian,” ungkapnya.

Kata Patrige, saat ini kepolisian telah menahan ketiga pelaku di Tahanan Polres Jayapura. Kasus ini sudah dilaporkan ke Polres Jayapura dan pelaku masih menjalani proses hukum sesuai dengan perbuatannya. Menindaklanjuti kasus ini, aparat kepolisian masih memintai keterangan soerang saksi yang diduga mengetahu peristiwa tersebut.


“Kami juga akan meminta hasil visum et repertum atas dugaan penganiayaan yang dialami korban guna mendapat bukti tambahan untuk memproses para pelaku,” tutupnya. (Adr)

Text Widget

Label