Minggu, 13 Juli 2014

0 1 Pucuk Senjata Api Jenis Pistol Berhasil Diamankan oleh Anggota TNI Dari Kelompok Bersenjata


Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Kalian Ya...!!!
Nabire – Telah dilakukan penyergapan terhadap 2 orang tak dikenal (OTK) yang membawa senjata api bertempat di Kalisemen KM 25 Topo Distrik Uwapa Kab. Nabire, Sabtu (12/7) pukul 13.30 WIT.

Dalam penyergapan ini dilakukan oleh anggota TNI Kodim 1705/PN yang berhasil merampas senjata api jenis pistol beserta munisi.

Adapun kronologis dalam penyergapan tersebut yaitu pada pukul 09.00 WIT warga melapor kepada salah satu anggota Kodim 1705/PN bahwa terdapat 2 orang OTK yang membawa senjata api jenis pistol di daerah Kalisemen KM 25 Topo Distrik Uwapa Kab. Nabire. Selanjutnya pukul 13.30 WIT, anggota Kodim 1705/PN tiba dilokasi berupa honai dan didapati 2 OTK sedang duduk di honai tersebut.

Karena merasa terdadak dengan datangnya anggota Kodim 1705/PN, 2 OTK tersebut melarikan ke dalam hutan. Lalu anggota Kodim 1705 melakukan pengejaran ke dalam hutan namun tidak berhasil menangkap 2 OTK tersebut.

Anggota Kodim 1705/PN kembali ke TKP guna melakukan penyisiran. Dalam penyisiran tersebut di temukan 1 (satu) pucuk Pistol, 1 (satu) buah magazen, 13 butir munisi pistol kaliber 7,62mm, 22 butir munisi kaliber 5,56 mm dan 1 (satu) buah tas noken.

Tidak ada kerugian personel maupun materiil dalam penyergapan tersebut. Pihak TNI akan terus melakukan tindakan keamanan dalam menjaga masyarakat serta menjaga situasi agar tetap kondusif.


Diharapkan untuk para warga selalu menjaga keamanan, karena kelompok-kelompok yang tidak bertanggung jawab tersebut suatu saat akan melakukan tindakan kriminal. Diduga kelompok tersebut adalah kelompok GSB/P. Apabila masyarakat mendapati atau mengetahui gerak-gerik sekelompok orang yang mencurigakan, agar segera melaporkan kepada pihak keamanan TNI-Polri terdekat. Supaya segera dilakukan penyelidikan agar meminimalisir tindak kriminal yang akan dilakukan oleh kelompok tersebut guna menakuti dan menyakiti rakyat.(and/gtg)

Kamis, 10 Juli 2014

0 Ujung Paku dan Tinta Hitam Adalah Penyalur Suara Rakyat


Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Kalian Ya...!!!
Pada 9 Juli 2014 kemarin, warga Negara Kesatuan Republik Indonesia telah melaksanakan pesta demokrasi. Pesta demokrasi itu sendiri diwujudkan dengan adanya Pemilihan Presiden. Dalam hal ini, antusias warga sangat tinggi karena sistem kepemirintahan di Indonesia akan lebih maju dari sebelumnya sesuai era yang berkembang. Semua warga Indonesia tahu presiden yang sebelumnya menjabat adalah Bapak Susilo Bambang Yudhoyono. Beliau telah mengabdi pada Indonesia selama 10 tahun. Kini Beliau telah melepas jabatannya sebagai Presiden RI dan akan digantikan oleh pejabat lain dalam kursi pemerintahan NKRI.

Dalam menggantikan jabatan lama mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, terdapat calon-calon yang akan menggantikan jabatannya. Hal ini ditanggapi serius oleh seluruh warga Indonesia. Untuk mencari seorang calon pemimpin, warga Indonesia harus memilih secara bebas, adil dan sesuai dengan isi hati rakyat.

Adapun nama-nama yang akan menjadi Capres dan Cawapres yaitu pasangan Prabowo-Hatta dan Jokowi-Jusuf Kalla. Capres dan Cawapres tersebut telah dipercaya untuk menggantikan jabatan dalam menduduki kursi Presiden. Dalam pemilihan Capres dan Cawapres suara masyarakat sangat diperlukan dalam memilih calon pemimpin yang dapat mengerti, memimpin dan membawa Indonesia lebih maju demi kesejahteraan warga negara Indonesia.

Dapat kita lihat dalam Pemilihan Umum (Pemilu) pada tanggal 9 Juli 2014 kemarin. Warga berbondong-bondong datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) di daerahnya masing-masing untuk menyalurkan suaranya guna memilih calon presiden yang telah dicalonkan. Antusias warga sangat tinggi, contohnya dapat kita lihat warga papua yang mempunyai antusias yang sangat tinggi dalam pemilihan tersebut. Mereka berpartisipasi datang ke tempat TPS, bukan hanya warga di perkotaan saja yang datang, melainkan warga yang ada di pegunungan juga mereka turun dan datang ke TPS untuk mencoblos calon yang akan mereka pilih.

Masyarakat pegunungan datang ke TPS dengan mengenakan baju adat mereka. Ini menunjukkan bahwa antusias masyarakat papua sangatlah tinggi dalam Pilpres ini. Karena mereka menginginka pemimpin yang dapat memimpin Indonesia untuk lebih maju.  Terdapat beberapa pihak/kelompok yang tidak setuju dengan diselenggarakannya Pilpres ini. Mereka berusaha untuk mempengaruhi masyarakat papua agar tidak ikut mencoblos dalam Pilpres tersebut.


Tetapi semua masyarakat papua sadar bahwa dalam Pilpres tersebut sangat penting dan berarti dalam perkembangan dan kemajuan masyarakat papua. Pilpres ini adalah salah satu jalan untuk menyalurkan suara masyarakat kepada kepemerintahan maupun negara Indonesia. Tidak ada orang yang dapat memaksa masyarakat papua untuk memprovokasi guna mengajak untuk boikot maupun golput. Karena pesta demokrasi ini adalah suara rakyat dan untuk kesejahteraan rakyat. Masyarakat Indonesia bersatu maju untuk ciptakan Indonesia baru yang adil, tegas, bermartabat dan sejahtera.(and/gtg)

Minggu, 06 Juli 2014

0 Jangan Kau Kotori Papua Dengan Ulah Kalian Sendiri


Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Kalian Ya...!!!
Kembali membuat kerusuhan, sekelompok warga memblokade jalan di manokwari. Kejadian ini bermula dari warga yang mabuk memblokade jalan menggunakan kayu dan batu. Selain itu, dalam peblokadean ini terjadi bentrok antara warga dan aparat Polisi.  Polisi yang menangani pemblokadean jalan ini adalah dari anggota Pospol di kampung Maruni. Jumlah Polisi yang datang ketempat kejadian tersebut sebanyak 2 orang.

Adapun kronologis dalam bentrok warga dengan polisi tersebut yaitu setibanya 2 Polisi di tempat pemblokadean terjadi adu mulut antara warga dan anggota polisi tersebut. Tujuan polisi datang ketempat kejadian guna membubarkan blokade jalan yang dilakukan oleh warga agar masyarakat sekitar dapat melewati jalan tersebut dalam melakukan aktivitas secara normal, setiap warga yang akan melewati jalan tersebut selalu di ganggu dengan keberadaan sekelompok orang yang memblokade jalan ini. Tetapi dalam usaha polisi tersebut, warga yang marah lalu melakukan pengeroyokan kepada kedua polisi itu. salah satu polisi terluka parah dibagian dada dan punggung akibat dibacok dan dianiaya oleh warga dalam pengeroyokan hingga tewas. Karena merasa terancam, polisi tersebut melepaskan tembakan yang mengenai paha sebelah kanan salah satu warga, sehingga korban tembak jatuh ketanah. Karena melihat satu warga terkena tembakan, warga yang lain mengejar salah satu  polisi namun polisi dapat lolos dari pengeroyokan dan amukan warga yang anarkis tersebut.

Dalam bentrok yang terjadi, puluhan aparat keamanan TNI dan Polri turun ketempat kejadian guna melakukan pengamanan sehingga tidak terjadi bentrok yang berkelanjutaan dan korban tewas tidak bertambah serta jalur lalu lintas menjadi normal kembali. Tidak seharusnya warga melakukan pemblokadean sehingga menimbulkan bentrok tersebut. Karena kejadian tersebut secara langsung merugikan diri mereka sendiri serta membuat takut dan resah warga-warga sekitar.

Kejadian tidak dapat diterima oleh akal pikiran sebab pemblokadean jalan itu dipicu dengan salah satu warga yang selesai mengkonsumsi minuman keras lalu memprovokasi warga yang lain untuk melakukan blokade jalan.

Kalau memang terdapat masalah yang terjadi, yang menjadi soluisi untuk menyelesaikannya adalah dengan musyawarah, bukan dengan cara kekerasan hingga memakan korban serta membuat kondisi menjadi tidak aman dan tidak kondusif.

Banyak kerugian-kerugian yang ditimbulkan dari bentrok itu. Salah satunya adalah menimbulkan beberapa korban tewas, memperkeruh keadaan serta fasilitas-fasilitas yang selama ini dibangun menjadi rusak. Padahal fasilitas itu sendiri guna membantu masyarakat dalam memajukan pembangunan dan membantu mengurangi kesulitan warga dalam berekonomi.


Diharapkan agar warga selalu menjaga keamanan sekitar juga tidak mudah terpengaruhi oleh usaha-usaha orang yang ingin merusak keamanan yang ada di Papua. Serta bagi orang-orang yang masih belum sadar akan kesejahteraan dan keamanan masyarakat papua, agar menyelesaikan suatu masalah dengan kepala dingin dan musyawarah agar tercapai sebuah tujuan yang disepakati bersama. Bukan dengan bentrok dan pertikaian yang mengakibatkan pertumpahan darah.(and/gtg)

Kamis, 03 Juli 2014

0 Amankan Pilpres, SBY Ingatkan TNI dan Polri Tidak ‘’Underestimate’’Potensi Kecurangan


Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Kalian Ya...!!!


Jakarta – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberikan tujuh instruksi untuk mengantisipasi kekacauan pemilu yang mungkin saja terjadi pada pemungutan suara ( Julia tau pada proses rekapitulasi suara. Instruksi itu lebih ditekankan pada kesiapsiagaan dan Netralitas TNI dan Polri sebagai garda terdepan menjaga keamanan di masyarakat.

“Pertama, saya minta jajaran Polri dan TNI tidak menganggap ringan situasi, tidak underestimate. Lebih baik siap menghadapi kemungkinan apapun yang bias terjadi. Bahwa dengan izin Allah ternyata situasinya baik, normal, dan terkendali. Kita syukuri kalau ada gangguan tiba-tiba., maka Negara siap, Polri dan TNI siap untuk respond an atasi masalah itu demi situasi keamanan dalam negeri,” ujar presiden SBY dalam jumpa pers di kantor kepresidenan, Kamis (03/7/2014).

Kedua, Presiden SBY meminta agar sebelum pemungutan suara 9 Juli hingga pasca pelaksanaan pemilu, TNI/Polri juga tak melepaskan kesiagaannya. Operasi pengamanan pemilu, kata presiden, akan terus dilaksanakan sampai kondisi dinyatakan aman.

Ketiga, presiden SBY menginstruksi TNI/Polri mencegah dan menindak pelanggaran hukum terkait pelaksanaan pemilu seperti aksi kekerasan, perusakan, hingga pembakaran.

“Siapapun yang melakukan hal itu, kita harus adli netral tapi tidak berikan toleransi kepada perilaku seperti itu. Saya harus terus-terang mengatakan di waktu lalu terjadi setelah pilkada misalnya atau dulu setelah Pilpres 1999, kita tidak inginkan terjadi lagi,” ungkap SBY.

Keempat, Presiden SBY memerintahkan kepada jajaran Polri untuk senantiasa membantu penyelenggara pemilu untuk memberantas pelanggaran aturan pemilu seperti politik uang dan intimidasi. Penegakan aturan, kata dia, harus dilakukan tanpa pandang bulu.

“Dengan tidak melakukan pembiaran, maka bias mencegah masyarakat main hakim sendiri,”ujarnya.

Kelima, presiden SBY menginstruksikan kepada TNI/Polri untuk melakukan koordinasi dengan penyelenggara pemilu mulai dari KPU, Bawaslu, Pemda, pers dan dengan unsur-unsur terkait lainnya.

Keenam, Presiden SBY memerintahkan Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Djoko Suyanto memjadi pemimpin operasi dan mengendalikan lansung operasi pengamanan yang dilakukan baik oleh TNI maupun Polri.

“Saya sendiri Presiden RI akan memantau dan melakukan pengawasan secara dekat terhadap pemungutan suara. Bila perlu untuk melakukan penjagaan untik.

Sumber    :  Koran Papua Pos

Rabu, 02 Juli 2014

1 2 Anggota Polisi Menjadi Korban Tindakan Kriminal OTK


Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Kalian Ya...!!!

Jayapura – 2 anggota polisi Pos Patmor IV Tanah Hitam Abepura mejadi korban penganiayaan oleh Orang Tak Dikenal (OTK) yang diduga kelompok KNPB bertempat di pasar Youtefa Abepura, Rabu (02/7) pada pukul 15.30 WIT.

Kejadian penganiayaan kepada 2 anggota polisi ini berawal dari perjudian yang dilakukan oleh sekelompok OTK berjumlah ± 150 orang. 2 anngota polisi tersebut bernama an. Brigpol Hasriadi dan Brigpol Syamsul Huda. Sebelum kejadian, sekelompok OTK asal pegunungan ini melakukan perjudian yang disertai dengan penyebaran selebaran boikot pilpres 2014 oleh kelompok KNPB. Terdapat laporan dari masyarakat akan adanya judi dadu di terminal pasar youtefa, sehingga 2 anggota polisi menuju TKP dengan menggunakan 1 unit motor. Tujuan 2 anggota polisi menuju ke TKP guna membubarkan judi dadu tersebut.

Sesampainya di TKP, secara tiba-tiba kelompok OTK tersebut langsung bubar melarikan diri disertai melakukan penganiayaan terhadap Brigpol Syamsul Huda dan Brigpol Hasriadi. Setelah melakukan penganiayaan, salah satu anggota OTK merampas senjata yang disandang pada bagian depan oleh Brigpol Hasriadi. Brigpol Hasriadi dan Brigpol Syamsul Huda dievakuasi ke RS. Bhayangkara Kotaraja oleh oleh warga masyarakat pasar youtefa. Dimana Brigpol Hasriadi tewas dalam kejadian tersebut.

Kombes Pudjo dalam wawancaranya mengatakan “Saat ini anggota sedang mnelakukan pengejaran guna menangkap para pelaku sekaligus menemukan kembali senjata yang dirampas”.

Tindak kriminal sekelompok OTK telah membuat resah masyarakat dan membuat situasi yang tidak kondusif disekitar pasar Youtefa serta menghambat pertumbuhan dan perkembangan ekonomi di papua yang selama ini stabil.

Pasar yotefa merupakan salah satu tempat dimana masyarakat melakukan kegiatan jual beli guna memenuhi perekonomian mereka. Saat ini pasar tersebut menjadi tempat tindak kriminal yang dilakukan oleh sekelompok OTK itu.

Tindakan yang dilakukan oleh kelompok OTK ini sangatlah merugikan banyak pihak, terutama untuk warga papua yang mencari nafkah di pasar youtefa.

Kemungkinan besar senjata yang dirampas akan disalahgunakan oleh kelompok OTK guna menakuti dan melukai masyarakat papua. Selain itu, mereka juga menyebarkan selebaran untuk boikot pilpres 2014.

Kejadian tersebut terbukti bahwa yang melakukan tindak kriminal tersebut adalah Kelompok Kriminal Bersenjata yang di duga dari KNPB. Dapat dilihat dari penembakan yang terjadi di tahiti lanjutan dari kejadian penganiayaan di pasar youtefa.

Sudah sering terjadi tindakan-tindakan kriminal yang dilakukan oleh kelompok kriminal tersebut. Bukan hanya melakukan penganiayaan, mereka juga sering melakukan kerusuhan seperti penembakan kepada petugas keamanan dan melakukan penghadangan kepada petugas yang sedang melaksanakan tugas operasi.

OTK ini juga sering mengganggu aktivitas masyarakat papua seperti memaksa mereka untuk ikut masuk dalam organisasi terlarang yang mereka bentuk. Apabila menolak ajakan mereka yang berkesan memaksa maka kelompok tersebut akan secara sadis dan kejam melakukan penganiayaan yang berujung pada kematian. Cara mereka sangatlah tidak mempunyai perikemanusiaan dan rasa belas kasihan terhadap masyarakat papua.

Setelah melakukan tindak penganiayaan, mereka  sering mempertontonkan korban yang tewas karena ulah mereka. Perilaku kelompok kriminal itu sangat keji contohnya saja seperti melakukan pembunuhan dimana korban tewas dengan cara ditembak, disayat maupun ditikam sehingga organ tubuh dari korban mengalami luka yang sangat parah.

Tindak kriminal yang dilakukan oleh OTK tersebut sangat-sangat tidak mempunyai rasa belas kasihan. Bukan hanya masyarakat saja yang menjadi korban, aparat keamanan juga sering menjadi korban kekejian mereka. Padahal semua orang tahu bahwa aparat keamanan bertugas menjaga keamanan dan kenyamanan warga. tetapi kelompok OTK itu menimbulkan kondisi yang tidak kondusif.

Disaat para petugas melakukan tugas operasi maupun patroli, kelompok OTK ini sering mengganggu dengan melakukan tembakan kepada aparat keamanan sehingga terjadi baku tembak antar aparat keamanan dan kelompok OTK hingga terdapat korban luka maupun korban tewas. Itu semua akan mempengaruhi kegiatan warga papua dalam melakukan kegiatan ekonomi. Masyarakat selalu merasa terganggu dengan kegiatan yang dilakukan oleh kelompok OTK. Tetapi warga jangan merasa takut karena pihak TNI/Polri bersiaga akan kejadian yang terjadi dan menjaga keamanan masyarakat. Pihak keamanan akan menindak tegas terhadap orang-orang yang berusaha untuk meresahkan warga serta mebuat tindak kriminalitas. Diharapkan untuk para warga lebih meningkatkan kewaspadaan karena kemungkinan besar OTK tersebut akan melakukan tindakan kriminal kembali. (and)



Jumat, 27 Juni 2014

0 Tidak Ada Negara Lain Yang Dapat Mempengaruhi Papua Lepas Dari Indonesia


Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Kalian Ya...!!!
Sekelompok pendukung papua barat di Australi membuka kantor di daerah Dockland, Melbourne, Selasa (24/6/2014). Mereka menyebut kelompok mereka sebagai Republik Federal Papua Barat.

Seperti menurut Ronny Kareni yang merupakan salah satu aktivis papua Merdeka bahwa kantor ini bertujuan mempromosikan dialog mengenai masa depan politik provinsi Indonesia. Ia juga menjelaskan, kantor ini akan melakukan lobi bagi kemerdekaan papua. “Tujuan kantor ini pada dasarnya untuk mencari dukungan PBB, juga Australia yang saat ini menjadi anggota tidak tetap dewan keamanan.” Serta untuk bernegosiasi dengan pemerintah Australia dan Indonesia untuk memasuki tahapan mediasi pihak ketiga mengenai masa depan Papua Barat.

Sikap PM Tony Abbott, sebagaimana dikemukakan beberapa bulan lalu, menunjukkan bahwa Australia tidak ingin mencampuri urusan kedaulatan Indonesia. Selain itu, ia juga mengemukakan pemerintahannya tidak ingin mendukung kelompok-kelompok yang ingin menjadikan Australia sebagai panggung untuk mengusung isu kemerdekaan Papua Barat.
Bulan Maret lalu, PM Vanuatu Moana Carcasses Kalosil di depan sidang Komisi HAM PBB di Genewa menyatakan dukungannya bagi kemerdekaan Papua Barat.
Sikap Vanuatu itu bertentangan Fiji, Papua Nugini dan Kepulauan Solomon. Dalam pernyataan bersama Menlu ketiga negara itu di Jakarta, mereka mengatakan Indonesia memiliki kedaulatan atas Papua Barat. 

Beberapa waktu yang lalu pada debat Capres yang membahas tentang hubungan Australia dan Indonesia juga disinggung. Menteri Luar Negeri, marty Natalegawa menyetujui pernyataan kedua calon presiden saat menjawab isu mengenai hubungan Indonesia dengan Australia. “Pernyataan keduanya sangat bijak. Mereka mengedepankan masalah trust, saling percaya. Itu, sesuatu yang selama ini disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri. Intinya, sekarang apakan Australia melihat Indonesia sebagai kawan atau lawan”

Pernyataan serupa pernah dilontarkan oleh Marty ketika menjawab pertanyaan media paska skandal penyadapan yang dilakukan oleh Badan Intelijen Australia (DSD) terbongkar. Marty mengaku jengkel, karena sebagai negara tetangga, Australia malah menggunakan kemampuan teknologi intelijennya untuk memata-matai RI.

Menurut Capres Prabowo Subianto soal fluktuasi hubungan bilateral Indonesia dan Australia itu bukan berakar dari Indonesia, melainkan Negeri kanguru itu sendiri serta Asutrali masih ada rasa curiga terhadap Indonesia. Karena Indonesia dengan jumlah penduduk besar dan sering dianggap emosional dan juga pernah beberapa kali melakukan tindakan militer. Jadi Australi menganggap bahwa Indonesia sebaga ancaman.

Menurut mantan Danjen Kopasus itu, tidak ada yang salah dengan Indonesia, karena RI ingin bersahabat baik dengan semua negara. Beliau juga menegaskan bahwa “sudah menjadi kewajiban kita untuk meyakinkan bahwa kita ingin jadi tetangga yang baik, tidak mau berbuat yang enggak-enggak. Kita sahabat, bukan ancaman. Kita harus buktikan niat kita baik, tetapi harus tegas dalam mempertahankan kepentingan inti kita.
http://dunia.news.viva.co.id/news/read/515743-capres-singgung-hubungan-ri-australia--ini-komentar-marty

Adapun kejadian yang terjadi pada saat Delapan Keluarga pencari suaka berhasil selamat dari tragedi kapal SIEV 221 yang terjadi tahun 2010 lalu, menggugat Pemerintah Australia. Mereka menuduh Australia lalai dalam tragedi empat tahun lalu. Kapal penyelamat yang seharusnya membantu mereka di Pulau Christmas tidak berfungsi.

Kantor berita ABC News, Selasa, 17 Juni 2014, tuntutan mereka disampaikan oleh pengacara George Newhouse ke Mahkamah Agung pada Senin kemarin. Menurut Newhouse, Pemerintah Australia bertanggung jawab terhadap tewasnya 50 orang dalam tragedi itu.

Negeri Kanguru juga dianggap “Abai” dalam perlindungan pencari suaka. "Kami yakin bukti akan menunjukkan kepada Negeri Persemakmuran, bahwa mereka tahu atau seharusnya tahu tidak ada perlindungan yang cukup yang telah diberikan untuk melindungi perempuan dan anak-anak di kapal itu," ujar Newhouse.
http://dunia.news.viva.co.id/news/read/513481-pencari-suaka-gugat-pemerintah-australia

Dari pernyataan diatas ditunjukkan bahwa negara kanguru ini menganggap Indonesia sebagai kawan atau lawan. Banyak kejadian-kejadian yang terjadi antara Indonesia dan Asutralia karena rasa curiga Australia terhadap Indonesia. Dengan didirakannya kantor OPM di Melbourne ini tidak akan mempengaruhi perkembangan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat papua. Masyarakat papua tidak akan menjadi korban dalam masalah yang terjadi di Australia dengan adanya didirikan kantor tersebut.


Karena di Indonesia telah dilaksanakan beberapa program dari pemerintah dan pemerintah pusat guna membangun papua lebih maju. Adapun beberapa program yang telah dilaksanakan yaitu Otonomi Kusus bagi kesejahteraan rakyat papua. Negara lain tidak akan bisa mempengaruhi masyarakat Indonesia terutama masyarakat Papua untuk lepas dari bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kamis, 26 Juni 2014

0 Himbauan Pada 1 Juli Agar Tidak Terprovokasi


Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Kalian Ya...!!!
Perlu kita ketahui bersama bahwa di Papua masih ada sebagian kelompok yang masih berbeda paham dengan ideologi NKRI, yang sering kita kenal dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dengan tujuan ingin melepaskan diri dari bangsa Indonesia. Inilah yang sering kali dilakukan  dengan cara melakukan kegiatan-kegiatan untuk menghasut dan meneror rakyat Papua guna mendukung kegiatannya untuk dapat melepaskan diri dari NKRI yang kita cintai. Sehingga kelompok bersenjata selalu membuat kerusuhan dan menjadikan kondisi wilayah Papua menjadi tidak kondusif. 
Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) sering kali melancarakan aksi dengan jalan mengangkat senjata api mengancam dan meneror penduduk yang tidak berdosa bahkan bahkan tidak segan-segan melakukan penembakan terhadap warga sipil yang dianggap mengganggu aksi yang akan dilakukan gerakan KKB tersebut.
Selain itu juga dalam merekrut anggota barunya harus disertai dengan aksi pemaksaan terhadap warga/penduduk yang bermukin didekat kelompok tersebut untuk ikut bergabung dengan mereka. 
Bukan itu saja dari keseluruhan kejadian didalam media cetak maupun elektronik yang mereka lancarkan, mereka juga sering menghadang aparat keamanan dan menembaki aparat keamanan yang sedang melaksanakan tugas patroli pengamanan perbatasan maupun melaksanakan tugas patroli pengamanan daerah rawan di wilayah Papua. 
Karena KKB merasa terancam dengan adanya aparat keamanan sehingga kelompok tersebut sering melakukan gangguan terhadap TNI dan Polri yang sedang melaksanakan tugas pengamanan. TNI dan Polri tidak akan segan-segan untuk menindak tegas terhadap KKB yang akan membuat kekacauan di wilayah Papua.
Guna mengantisipasi terhadap kemungkinan pergerakan kelompok kriminal bersenjata yang diisukan akan mencuat saat hari terbentuknya kelompok tersebut pada tanggal 1 Juli 2014 mendatang, sesuai isu yang beredar bahwa kelompok kriminal bersenjata akan melakukan aksi-aksi pengibaran bendera bintang kejora dan kumpul-kumpul dilokasi tertentu. Namun pihak TNI dan Polri telah menyiapkan langkah-langkah secara prefentif untuk mengatasi gerakan KKB yang akan melakukan aksi-aksi kriminal. Sebagaimana pernyataan yang telah disampaikan oleh salah satu pejabat di Papua bahwa “pada tanggal 1 Juli mendatang tak ada apa-apa di 1 Juli itu, dari dulu sudah kita antisipasi, tidak ada masalah dan tidak ada bedanya 1 Juli tahun ini dengan tahun-tahun sebelumnya dan masyarakat sudah tidak bisa dipengaruhi lagi.”
Untuk itu, sekali lagi dihimbau kepada seluruh masyarakat Papua dan Papua Barat agar tidak terprovokasi oleh isu-isu yang negatif. TNI dan Polri selalu siap untuk memberikan pengamanan terhadap masyarakat Papua dan Papua Barat. Bagi siapa saja yang mengganggu dan berusaha untuk membuat kekacauan di tanah Papua yang damai ini akan ditindak dengan tegas sesuai hukum dan perundangan-undangan yang berlaku di Indonesia. 

Text Widget

Label